Mata uang emerging keok ke rekor terendah! Unknown Rabu, 05 Agustus 2015


Mata uang emerging market melemah pada transaksi perdagangan hari ini (5/8). Won Korea Selatan, misalnya, tertekan hingga 0,6% versus dollar AS. Sementara, ringgit Malaysia keok 0,6% hingga ke level terlemah sejak 1998.

Pelemahan juga terjadi pada baht Thailand menuju level terendah dalam enam tahun terakhir dengan penurunan 0,2%. Pelemahan mata uang emerging juga tercermin pada indeks 20 mata uang negara berkembang yang jatuh untuk hari ke lima ke rekor terendah.

Tidak hanya mata uang emerging, kondisi serupa juga terjadi di pasar saham. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 13.02 waktu Hong Kong, indeks MSCI Emerging Market turun 0,2% menjadi 891,74. Ada 325 saham yang naik dan 182 saham yang turun.

Mata uang emerging market melemah seiring spekulasi bahwa the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan pada bulan depan. Kondisi ini langsung memukul aset-aset berisiko seperti aset emerging.

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Kepala Federal Reserve cabang Atlanta Dennis Lockhart bilang, bank sentral semakin dekat untuk menaikkan suku bunga pada bilan depan. Ini merupakan kenaikan pertama sejak 2006 lalu.

Menurut Lockhart, dirinya tidak akan mengusulkan penahanan suku bunga jika tidak ada data ekonomi yang negatif secara signifikan pada bulan depan.

"Seluruh mata saat ini tertuju pada the Fed di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga acuan pada bulan depan. Dollar pun perkasa," jelas Jonathan Ravelas, Chief Market Strategist BDO Unibank Inc.

Sumber

Tags: saham onlineinvestasi sahamtrading saham onlinetrading saham indonesiabroker saham indonesiabroker saham online indonesia
Tags: